AI-Assisted Development
Modal utama saya adalah AI — dari riset, debugging, sampai nulis kode bareng. Bukan soal males, tapi soal tahu cara kerja paling efisien buat ide yang cepat berubah.
welcome to my portofolio
> whoami
Ngoding modal AI, mental script kiddie — tapi tetap ship sesuatu yang jalan. Belajar sambil bongkar-pasang, penasaran duluan, jago belakangan.
gulir ke bawahSaya bukan lulusan bootcamp atau computer science — saya belajar dengan cara paling jujur: coba, rusak, perbaiki, ulangi. Sebagian besar kerjaan saya lahir dari obrolan panjang dengan AI, rasa penasaran yang kelewat batas, dan keberanian untuk klik tombol yang belum tentu aman.
Hasilnya? Website, eksperimen kecil, dan proyek iseng yang tetap jalan meski dibangun dengan cara yang jauh dari konvensional. Kalau kamu cari developer formal, mungkin saya bukan itu. Tapi kalau kamu cari orang yang keras kepala nyari solusi sampai ketemu — itu saya.
Modal utama saya adalah AI — dari riset, debugging, sampai nulis kode bareng. Bukan soal males, tapi soal tahu cara kerja paling efisien buat ide yang cepat berubah.
Copy, tempel, otak-atik, error, ulangi — sampai berhasil. Bukan gaya paling elegan, tapi paling jujur. Saya lebih suka paham lewat praktik daripada teori dulu.
Selalu pengen tahu "kalau begini, jadinya apa?" — itu yang bikin proyek-proyek kecil ini terus lahir, walau kadang nggak semuanya berhasil.
Tools yang dibangun cuma bermodal nekat dan prompt — bukti kalau alat yang berguna nggak harus lahir dari proses yang rapi.